August 18, 2022

Memiliki asuransi kesehatan merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga. Karena itu, sebaiknya Anda memilih asuransi kesehatan terbaik.

Dengan asuransi kesehatan, Anda tak perlu pusing memikirkan biaya pemeriksaan dan pengobatan karena pada umumnya asuransi kesehatan menjamin biaya rawat inap, operasi dan penanganan kecelakaan.

Ada banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk proteksi kesehatan terbaik. Salah satunya, asuransi kesehatan terbaik Cigna

Sebelum membeli polis asuransi kesehatan, Anda juga harus memahami terlebih dahulu isi polisnya. Kenapa harus paham isi polis asuransi?

Pasalnya, polis asuransi berisi hal apa saja yang akan dijamin dan tidak oleh perusahaan asuransi. Karena itu, penting sekali memahami isi polis asuransi untuk mengetahui manfaat pertanggungan yang akan didapatkan dan ketentuan lainnya.

Nah, untuk memilih asuransi kesehatan terbaik, berikut ini adalah beberapa saran dari pakar keuangan yang bisa diterapkan:

1. Memiliki Jaringan Rumah Sakit yang Luas

Pilih polis yang memiliki jaringan rumah sakit yang merata. Utamanya yang berdekatan dengan tempat tinggal, kantor, atau memiliki preferensi dokter tertentu.

Sebab, jika rumah sakit tidak masuk dalam jaringan perusahaan asuransi yang kamu pilih, proteksi asuransi kesehatan tidak bisa digunakan, meski bisa tapi tidak maksimal.

2. Sistem Cashless

Pilih sistem klaim secara cashless, sehingga kamu nggak perlu repot lagi menyiapkan dana terlebih dahulu, terlebih dalam kondisi darurat.

Dengan klaim secara cashless, kamu cukup membawa kartu polis asuransi untuk ditunjukkan kepada pihak rumah sakit yang sudah bekerja sama. Sistem cashless biasanya jauh lebih praktis meski memang bikin premi lebih mahal.

See also  Ulasan Neon White: Mempercepat tantangan

3. Plafon dan Premi Seimbang

Cari asuransi kesehatan yang menyediakan plafon dan premi seimbang. Maksudnya, jangan sampai premi yang dibayarkan nggak sebanding dengan limit atau plafon asuransi yang diberikan serta manfaat yang didapatkan.

Jika sudah memiliki BPJS Kesehatan, kamu bisa memilih premi yang lebih rendah dengan menggabungkan dua manfaatnya, antara BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan yang kamu miliki.

Pertimbangkan juga dengan besaran premi yang harus kamu bayarkan tiap bulannya. Idealnya, premi asuransi berkisar antara 5% hingga 10% dari total pendapatan per bulan.

Jika gaji kamu sebesar Rp5 juta per bulan, artinya kamu bisa menyisihkan antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan, untuk tambahan asuransi kesehatan lain selain BPJS Kesehatan.

4. Prioritaskan Rawat Inap

Biaya kesehatan yang paling mahal biasanya mencakup biaya rawat inap. Oleh karena itu, prioritaskan manfaat rawat inap terlebih dahulu.

Pasalnya, ada juga asuransi kesehatan yang hanya mengcover rawat inap tanpa rawat jalan agar preminya bisa lebih terjangkau. Tapi, jika bujet kamu mencukupi untuk mendapatkan keduanya akan lebih baik lagi.

5. Memberikan Skema Limit yang Menguntungkan

Pelajari limit perawatan atau plafon yang diberikan. Misalnya, kamu bisa membandingkan dalam tabel berikut ini.

Skema Limit Asuransi Kesehatan Skema Pertama Skema Kedua
Biaya Perawatan Rp230 juta per tahun Rp250 Juta Per-Tahun
Biaya Tindakan Rp10 juta per tahun
Biaya Konsultasi Dokter Rp10 juta per tahun

Dari tabel tersebut kamu bisa mempelajari perbedaan antara skema pertama dengan skema kedua.

Sebaiknya kamu memilih asuransi kesehatan dengan skema kedua yang nggak memberikan limit atau batasan untuk poin tertentu saja. Sehingga jika total limit yang diberikan masih ada, kamu tetap bisa mengklaimnya saat kamu sakit atau mengalami kecelakaan.

See also  Meta Quest 2 vs Oculus Quest: Apa bedanya?

6. Masa Tunggu yang Singkat

Perhatikan juga masa tunggu penyakit yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Berbeda dengan BPJS Kesehatan yang nggak memiliki masa tunggu, sehingga penyakit bawaan atau penyakit yang sudah diderita pun bisa tercover.

Lain halnya dengan asuransi kesehatan yang dikelola oleh pihak swasta. Ada ketentuan tentang masa tunggu penyakit. Penyakit kamu nggak bisa diklaim jika muncul atau terjadi pada saat masa tunggu.

Sebaliknya, jika masa tunggunya sudah lewat atau terlewati, barulah bisa mengklaim sesuai dengan penyakit yang diderita.

Produk AXA SmartCare Executive Sinarmas Sehat Gold Cigna Proteksi Sehat Allianz SmartHealth Maxi Violet
Jaringan Rumah Sakit 490 500 800 1000
Masa Tunggu 40 hari 15 hari 13 hari Tidak ada

Dari tabel tersebut kita bisa membandingkan mana saja asuransi yang menerapkan masa tunggu, dan mana saja asuransi yang gak menerapkan masa tunggu (contohnya Allianz yang nggak memberikan masa tunggu).

Tentu saja lagi-lagi akan berpengaruh terhadap premi yang harus kita bayarkan. Jadi, pastikan untuk memilih dengan bijak mempertimbangkan banyak variabel yang ada dalam menentukan askes terbaik.

7. Premi Asuransi Kesehatan Murni Lebih Terjangkau

Agar manfaat dari proteksi kesehatan yang kita dapatkan lebih maksimal, sebaiknya pilih asuransi kesehatan murni. Sehingga besaran preminya pun jadi lebih terjangkau.

Jangan digabungkan dengan manfaat lainnya, seperti untuk tabungan masa depan, atau bahkan untuk tujuan investasi. Karena dari tujuannya saja sudah berbeda, sehingga tidak akan mungkin bisa berjalan seiringan.

Jika kita sudah membagi premi antara asuransi dengan investasi, sudah pasti konsekuensi yang didapatkan mengurangi manfaat dari asuransi itu sendiri.

Itulah cara memilih asuransi kesehatan terbaik. Semoga bermanfaat!

See also  Switch untuk mengatur semuanya